14 Jul 2014
  Untitled Document HOME | NASIONAL | KESEHATAN | BOLA | OTOMOTIF | MOTIVASI | PEMILU | POLITIK | TEKNOLOGI |WISATA | DAERAH

 BACA JUGA

10 Universitas Terbaik di Indonesia Tahun 2013
Dibaca: 111476 kali

Turunkan tekanan darah dengan 7 makanan ini!
Dibaca: 6094 kali

5 Pembelaan pemerintah soal buruknya layanan Lion Air
Dibaca: 1756 kali

3 Jenis makanan yang paling buruk bagi gigi
Dibaca: 2842 kali

10 Hal Ini Bakal Anda Rindukan dari BlackBerry
Dibaca: 18257 kali

4 Klub sepak bola asing yang hidup dari uang orang Indonesia
Dibaca: 19756 kali

Begini Cara Install BBM Android dan iPhone yang Resmi
Dibaca: 33961 kali

10 Cara kurus tanpa jalani program diet
Dibaca: 21208 kali

5 Jenis daging paling rendah lemak
Dibaca: 1952 kali

Ini 5 Cara Aneh Mengisi Baterai Smartphone
Dibaca: 6824 kali

Pola Makan Antidiabetes
Dibaca: 1408 kali

4 Fakta Soal Heboh Lagu 'Buka Dikit Jos' Versi Juwita Bahar
Dibaca: 15099 kali

10 Tips Memotret dengan Kamera Ponsel
Dibaca: 19897 kali

5 Minuman pembersih racun dari dalam tubuh
Dibaca: 17145 kali

Keajaiban Tidur Siang
Dibaca: 5026 kali

 

 


 
Jumat, 27-09-2013 
Habibie: Pesawat R-80 Akan Buat Surprise Dunia!
Dibaca: 12097 kali

Bacharuddin Jusuf Habibi atau yang lebih familiar dengan BJ Habibie mengatakan tidak ada jalan lain, agar orang-orang mudah berpindah tempat di benua maritim seperti Indonesia, selain menggunakan pesawat terbang.
Oleh karenanya, ia menyambut positif kehadiran NAM Air, yang rencananya mayoritas akan menggunakan pesawat buatan dalam negeri. Artinya, kehadiran maskapai anak Sriwijaya Airlines tersebut turut mendorong industri pesawat terbang di Indonesia.

"Insyaallah R-80, tahun 2016 atau 2017, akan mengudara dan dunia akan surprise (takjub)," ungkap Habibie dengan bangga penuh haru dalam Grand Launching NAM Air, di Jakarta Teater, pada Kamis malam (27/9/2013).

Sekadar informasi, R-80 adalah pesawat terbang produksi PT Regio Aviasi Industri (RAI) di mana BJ Habibie duduk sebagai komisaris.

Dalam peluncuran tersebut ditandatangani perjanjian kerjasama (MoU) antara President Direktur NAM Air, Jefferson Jauwena dengan BJ Habibie, berkaitan dengan pengadaan 100 unit pesawat R-80, terdiri dari 50 unit firm, dan 50 unit pesawat pilihan.

Pesawat R-80 merupakan pengembangan dari pesawat N250 yang dibuat BJ Habibie. Pesawat N250 merupakan pesawat yang dikendalikan secara elektronik atau dikenal dengan istilah fly by wire, kedua setelah pesawat keluaran Airbus yakni A-300.

"Pesawat terbang yang pernah dibuat menusia yang dikendalikan secara elektronik yang dikenal dengan fly by wire pertama kali adalah Airbus di Hamburg dimana saya kerja dulu. Di situ, saya pernah menjadi direktur dan executive vice president," kata mantan Presiden RI ketiga itu.

"Fly by wire pertama A-300, fly by wire kedua N250, dan ketiga triple seven (B-777). Dalam skala regional N250 merupakan fly by wire pertama," jelasnya.

Bahkan, saking semangatnya, Habibie yang kini menginjak usia 77 tahun, mengaku memimpin sendiri diskusi desain engineering, financing, sampai sheduling dari R-80 selama dua hingga lima jam sebelum datang ke acara peluncuran.

"Biar on schedule dan the best, jadi saya harus tahu," tuturnya.

Industri strategis dibubarkan

Jauh sebelum R-80, Indonesia pernah hampir memiliki industri pesawat terbang sebagai industri strategis yang kuat, namun kandas. Habibie mengatakan, ide membuat pesawat terbang bukan idenya, bukan juga ide Soeharto. Akan tetapi, ide bangsa Indonesia, sesaat setelah mendeklarasikan kemerdekaan.

Jika ditanya siapa yang pertama kali memiliki inisiatif membuat pesawat terbang, menurut Habibie, jawabannya adalah Angkatan Udara RI (AURI). "Jadi kalau ada suatu bangsa di mana saja dia berada yang mengerti pentingnya teknologi itu, maka itu adalah angkatan bersenjata, angkatan udara, angkatan darat, dan angkatan laut. Oleh karena itu mereka yang mengembangan teknologi itu adalah mereka dan khususnya AU teruus mendorong untuk membuat pesawat terbang," aku Habibie.

Pada Januari 1950, Presiden Soekarno memutuskan mengirim putra-putri terbaik untuk belajar di luar negeri, dalam pilihan bidang membuat kapal terbang penumpang, atau membuat kapal laut untuk mengangkut barang-barang.

Waktu itu Habibie baru menginjak bangku kelas tiga SMP. Ia pun menjadi pelajar Indonesia gelombang empat yang belajar di bidang pesawat terbang, pada 1954. Habibie berhasil menyelesaikan strata 1 pada usia 22 tahun, dan strata dua pada usia 24 tahun.

"S3 konstruksi pesawat terbang 28 tahun di Jerman. Di tempatnya Teodhore Von Karman, guru besar yang pertama dalam konstruksi pesawat terbang, yang mendirikan NASA. Saya asisten di situ, dan bisa dibaca di Google," kisah dia.

Lepas menyelesaikan pendidikan, Habibie bekerja untuk sebuah perusahaan di Hamburg, dimana ia pernah menjadi direktur dan executive vice president. "Di situ lahir Airbus, yang sekarang membuat A-380 di situ. Waktu saya mulai ke situ 3.000 (karyawan), waktu saya tinggalkan 4.500, sekarang 16.000. Saudara-saudara, waktu 'nanjak' begini saya tiba-tiba disuruh pulang untuk membangun industri pesawat terbang jadi industri strategis," kenang Habibie.

"Dan saya ditugaskan membangun industri strategis. Tidak banyak yang tahu waktu saya jadi wakil presiden terpilih, saya harus meletakkan jabatan-jabatan yang saya miliki, dan industri stategis yang saya pimpin itu memiliki 48.000 karyawan dan turnover 10 miliar dollar AS," lanjut dia.

Usai pemilu, Habibie mengatakan bersedia melanjutkan kepemimpinan Indonesia, jika pertanggungjawabannya diakui. Jika tidak, lanjutnya, ia memberikan posisi kepresidenan kepada orang lain. "Belum lagi saya bicara tuntas, saya tidak diterima. Tapi tidak mengapa," tuturnya.

"Saya sampaikan kepada yang ganti, perhatikan dua hal. Satu, jangan lemahkan TNI karena itu adalah tulang punggung perjuangan bangsa Indonesia. Dua, jangan korek-korek industri strategis, karena industri strategis adalah keinginan seluruh bangsa Indonesia sejak kemerdekaan. Putra-putra terbaik yang memberikan apa saja yang dia miliki," tuturnya.

Namun, tiba-tiba industri strategis tersebut dibubarkan. "Saya sampai bilang ke Ibu Ainun 'Is that the price I have to pay to get my freedom? Kita akan kembali dan bangkit melaksanakan perjuangan yang sementara terhenti'," kenangnya.

Kini, di hadapan direksi NAM Air, direksi Sriwijaya Air, dan dari Kementerian Perhubungan, Habibie mengatakan memanjatkan doa dan bersyukur, ada yang meneruskan perjuangan membangun industri strategis.

"Saya ini orang tua, usia saya 77 tahun tapi semangat saya sama seperti waktu saya umur 17 tahun. Dan semangat ini ada saya temukan kembali pada yang hadir di sini anak-anak intelektual saya, cucu-cucu intelektual saya. Saya yang mewakili generasi yang fading out melihat ini semua saya bersyukur," ucap Habibie.

(Sumber: KOMPAS.com)
 




Komentar:



4 Klub Melaju ke Semifinal Divisi Utama
Dibaca: 840 kali


Usia Kepala Tiga Masih Berjerawat?
Dibaca: 686 kali


Kubu Abdullah Klaim Unggul dalam Pilkada Kediri
Dibaca: 422 kali


Rupiah Anjlok Mirip 1998, Ini Tanggapan Habibie
Dibaca: 7919 kali


Hukum menutup rambut bagi wanita muslimah
Dibaca: 951 kali


Tetap Seksi Meski Baru Melahirkan
Dibaca: 1112 kali


Setelah Menikah, Nikita Mirzani Kembali Jadi Tersangka
Dibaca: 1210 kali


Cara Mengecilkan Perut Yang Alami
Dibaca: 1829 kali


Hasil Hitungan KPU: Rusdi Masse Menang di Pilkada Sidrap
Dibaca: 513 kali


Keajaiban Musik bagi Penyakit
Dibaca: 357 kali


Madonna Pelajari Al Quran untuk Kegiatan Amal
Dibaca: 988 kali


Keuntungan Beli Rumah Via KPR
Dibaca: 686 kali


Seluruh Penumpang Lion Air Berdiri Saat Take Off
Dibaca: 1858 kali


Soerjo, gubernur pertama Jatim, meninggal di tangan PKI
Dibaca: 1022 kali


Indonesia masih kekurangan 12 ribu dokter
Dibaca: 1130 kali



 



 TERPOPULER

10 Universitas Terbaik di Indonesia Tahun 2013
Dibaca: 111476 kali

10 Film Terbaik Sepanjang Masa
Dibaca: 56906 kali

Begini Cara Install BBM Android dan iPhone yang Resmi
Dibaca: 33961 kali

7 Alasan mengejutkan kenapa harus berhenti merokok
Dibaca: 24110 kali

6 Fakta Yang Harus Diketahui Tentang Evan Dimas
Dibaca: 22721 kali

Tips Merawat Baterai Hp Agar Tetap Awet
Dibaca: 21362 kali

10 Cara kurus tanpa jalani program diet
Dibaca: 21208 kali

10 Tips Memotret dengan Kamera Ponsel
Dibaca: 19897 kali

4 Klub sepak bola asing yang hidup dari uang orang Indonesia
Dibaca: 19756 kali

10 Hal Ini Bakal Anda Rindukan dari BlackBerry
Dibaca: 18257 kali

5 Minuman pembersih racun dari dalam tubuh
Dibaca: 17145 kali

4 Fakta Soal Heboh Lagu 'Buka Dikit Jos' Versi Juwita Bahar
Dibaca: 15099 kali

Inilah Kegunaan madu yang jarang diketahui
Dibaca: 12592 kali

10 Makanan tinggi kolesterol yang harus dihindari
Dibaca: 10860 kali

7 Tips Sehat bagi Orang Suka Minum Kopi
Dibaca: 9304 kali

 


  PENGUNJUNG YANG ONLINE