31 Jul 2014
  Untitled Document HOME | NASIONAL | KESEHATAN | BOLA | OTOMOTIF | MOTIVASI | PEMILU | POLITIK | TEKNOLOGI |WISATA | DAERAH

 BACA JUGA

Tips Menghemat & Memelihara Baterai Laptop
Dibaca: 7974 kali

Inilah Silsilah Dinasti Banten, Abah Chasan dan Para Istri
Dibaca: 6782 kali

7 Alasan mengejutkan kenapa harus berhenti merokok
Dibaca: 24182 kali

4 Fakta Soal Heboh Lagu 'Buka Dikit Jos' Versi Juwita Bahar
Dibaca: 15229 kali

Ini 5 penyebab utama penyakit jantung!
Dibaca: 4769 kali

3 Jenis makanan yang paling buruk bagi gigi
Dibaca: 2868 kali

Pola Makan Antidiabetes
Dibaca: 1455 kali

10 Film Terbaik Sepanjang Masa
Dibaca: 57001 kali

7 Manfaat ajaib berenang
Dibaca: 6316 kali

Begini Cara Install BBM Android dan iPhone yang Resmi
Dibaca: 34005 kali

Cara mudah membuat mata sehat dan bersinar
Dibaca: 4938 kali

10 Tips Memotret dengan Kamera Ponsel
Dibaca: 20013 kali

7 Tips Sehat bagi Orang Suka Minum Kopi
Dibaca: 9378 kali

5 Minuman pembersih racun dari dalam tubuh
Dibaca: 17281 kali

5 Cerita Jokowi marah saat sidak
Dibaca: 4893 kali

 

 


 
Jumat, 27-09-2013 
Habibie: Pesawat R-80 Akan Buat Surprise Dunia!
Dibaca: 12141 kali

Bacharuddin Jusuf Habibi atau yang lebih familiar dengan BJ Habibie mengatakan tidak ada jalan lain, agar orang-orang mudah berpindah tempat di benua maritim seperti Indonesia, selain menggunakan pesawat terbang.
Oleh karenanya, ia menyambut positif kehadiran NAM Air, yang rencananya mayoritas akan menggunakan pesawat buatan dalam negeri. Artinya, kehadiran maskapai anak Sriwijaya Airlines tersebut turut mendorong industri pesawat terbang di Indonesia.

"Insyaallah R-80, tahun 2016 atau 2017, akan mengudara dan dunia akan surprise (takjub)," ungkap Habibie dengan bangga penuh haru dalam Grand Launching NAM Air, di Jakarta Teater, pada Kamis malam (27/9/2013).

Sekadar informasi, R-80 adalah pesawat terbang produksi PT Regio Aviasi Industri (RAI) di mana BJ Habibie duduk sebagai komisaris.

Dalam peluncuran tersebut ditandatangani perjanjian kerjasama (MoU) antara President Direktur NAM Air, Jefferson Jauwena dengan BJ Habibie, berkaitan dengan pengadaan 100 unit pesawat R-80, terdiri dari 50 unit firm, dan 50 unit pesawat pilihan.

Pesawat R-80 merupakan pengembangan dari pesawat N250 yang dibuat BJ Habibie. Pesawat N250 merupakan pesawat yang dikendalikan secara elektronik atau dikenal dengan istilah fly by wire, kedua setelah pesawat keluaran Airbus yakni A-300.

"Pesawat terbang yang pernah dibuat menusia yang dikendalikan secara elektronik yang dikenal dengan fly by wire pertama kali adalah Airbus di Hamburg dimana saya kerja dulu. Di situ, saya pernah menjadi direktur dan executive vice president," kata mantan Presiden RI ketiga itu.

"Fly by wire pertama A-300, fly by wire kedua N250, dan ketiga triple seven (B-777). Dalam skala regional N250 merupakan fly by wire pertama," jelasnya.

Bahkan, saking semangatnya, Habibie yang kini menginjak usia 77 tahun, mengaku memimpin sendiri diskusi desain engineering, financing, sampai sheduling dari R-80 selama dua hingga lima jam sebelum datang ke acara peluncuran.

"Biar on schedule dan the best, jadi saya harus tahu," tuturnya.

Industri strategis dibubarkan

Jauh sebelum R-80, Indonesia pernah hampir memiliki industri pesawat terbang sebagai industri strategis yang kuat, namun kandas. Habibie mengatakan, ide membuat pesawat terbang bukan idenya, bukan juga ide Soeharto. Akan tetapi, ide bangsa Indonesia, sesaat setelah mendeklarasikan kemerdekaan.

Jika ditanya siapa yang pertama kali memiliki inisiatif membuat pesawat terbang, menurut Habibie, jawabannya adalah Angkatan Udara RI (AURI). "Jadi kalau ada suatu bangsa di mana saja dia berada yang mengerti pentingnya teknologi itu, maka itu adalah angkatan bersenjata, angkatan udara, angkatan darat, dan angkatan laut. Oleh karena itu mereka yang mengembangan teknologi itu adalah mereka dan khususnya AU teruus mendorong untuk membuat pesawat terbang," aku Habibie.

Pada Januari 1950, Presiden Soekarno memutuskan mengirim putra-putri terbaik untuk belajar di luar negeri, dalam pilihan bidang membuat kapal terbang penumpang, atau membuat kapal laut untuk mengangkut barang-barang.

Waktu itu Habibie baru menginjak bangku kelas tiga SMP. Ia pun menjadi pelajar Indonesia gelombang empat yang belajar di bidang pesawat terbang, pada 1954. Habibie berhasil menyelesaikan strata 1 pada usia 22 tahun, dan strata dua pada usia 24 tahun.

"S3 konstruksi pesawat terbang 28 tahun di Jerman. Di tempatnya Teodhore Von Karman, guru besar yang pertama dalam konstruksi pesawat terbang, yang mendirikan NASA. Saya asisten di situ, dan bisa dibaca di Google," kisah dia.

Lepas menyelesaikan pendidikan, Habibie bekerja untuk sebuah perusahaan di Hamburg, dimana ia pernah menjadi direktur dan executive vice president. "Di situ lahir Airbus, yang sekarang membuat A-380 di situ. Waktu saya mulai ke situ 3.000 (karyawan), waktu saya tinggalkan 4.500, sekarang 16.000. Saudara-saudara, waktu 'nanjak' begini saya tiba-tiba disuruh pulang untuk membangun industri pesawat terbang jadi industri strategis," kenang Habibie.

"Dan saya ditugaskan membangun industri strategis. Tidak banyak yang tahu waktu saya jadi wakil presiden terpilih, saya harus meletakkan jabatan-jabatan yang saya miliki, dan industri stategis yang saya pimpin itu memiliki 48.000 karyawan dan turnover 10 miliar dollar AS," lanjut dia.

Usai pemilu, Habibie mengatakan bersedia melanjutkan kepemimpinan Indonesia, jika pertanggungjawabannya diakui. Jika tidak, lanjutnya, ia memberikan posisi kepresidenan kepada orang lain. "Belum lagi saya bicara tuntas, saya tidak diterima. Tapi tidak mengapa," tuturnya.

"Saya sampaikan kepada yang ganti, perhatikan dua hal. Satu, jangan lemahkan TNI karena itu adalah tulang punggung perjuangan bangsa Indonesia. Dua, jangan korek-korek industri strategis, karena industri strategis adalah keinginan seluruh bangsa Indonesia sejak kemerdekaan. Putra-putra terbaik yang memberikan apa saja yang dia miliki," tuturnya.

Namun, tiba-tiba industri strategis tersebut dibubarkan. "Saya sampai bilang ke Ibu Ainun 'Is that the price I have to pay to get my freedom? Kita akan kembali dan bangkit melaksanakan perjuangan yang sementara terhenti'," kenangnya.

Kini, di hadapan direksi NAM Air, direksi Sriwijaya Air, dan dari Kementerian Perhubungan, Habibie mengatakan memanjatkan doa dan bersyukur, ada yang meneruskan perjuangan membangun industri strategis.

"Saya ini orang tua, usia saya 77 tahun tapi semangat saya sama seperti waktu saya umur 17 tahun. Dan semangat ini ada saya temukan kembali pada yang hadir di sini anak-anak intelektual saya, cucu-cucu intelektual saya. Saya yang mewakili generasi yang fading out melihat ini semua saya bersyukur," ucap Habibie.

(Sumber: KOMPAS.com)
 




Komentar:



Selepas Masa Iddah, Pipik Punya Pasangan Baru?
Dibaca: 2065 kali


Kisah Munculnya Nama Zumi Zola di Tengah Pernikahan Anaknya Bunda Putri
Dibaca: 895 kali


Aneka Penyakit Ini Bisa Sembuh Berkat Wortel
Dibaca: 1063 kali


Evan Dimas: Saya Ingin Konsentrasi Perkuat Timnas
Dibaca: 862 kali


Roy Suryo Singgung Tabrakan Anak Ahmad Dhani
Dibaca: 1438 kali


10 Makanan yang paling sulit dicerna
Dibaca: 1421 kali


Pengalaman Mati Suri Jeng Ana Terungkap di "Bukan Empat Mata"
Dibaca: 1769 kali


Sahrul Timnas U-19 Jadi 'Magnet' di Ngawi
Dibaca: 1207 kali


Kesetrum Saat Tidur
Dibaca: 870 kali


10 Duet Striker Paling Ganas di Inggris
Dibaca: 901 kali


Fitur BBM untuk Semua Bikin Android Diserbu Konsumen
Dibaca: 1044 kali


Problem Bibir Kering
Dibaca: 549 kali


Polisi: Kecepatan Lancer Dul 176 Km Per Jam
Dibaca: 1203 kali


Prabowo: Media Jangan Terus-terusan "Blow Up" Jokowi
Dibaca: 972 kali


Apakah Respon Pemerintah Terhadap Nikah Siri dan Nikah Kontrak?
Dibaca: 250 kali



 



 TERPOPULER

10 Universitas Terbaik di Indonesia Tahun 2013
Dibaca: 111570 kali

10 Film Terbaik Sepanjang Masa
Dibaca: 57001 kali

Begini Cara Install BBM Android dan iPhone yang Resmi
Dibaca: 34005 kali

7 Alasan mengejutkan kenapa harus berhenti merokok
Dibaca: 24182 kali

6 Fakta Yang Harus Diketahui Tentang Evan Dimas
Dibaca: 22883 kali

Tips Merawat Baterai Hp Agar Tetap Awet
Dibaca: 21520 kali

10 Cara kurus tanpa jalani program diet
Dibaca: 21379 kali

10 Tips Memotret dengan Kamera Ponsel
Dibaca: 20013 kali

4 Klub sepak bola asing yang hidup dari uang orang Indonesia
Dibaca: 19877 kali

10 Hal Ini Bakal Anda Rindukan dari BlackBerry
Dibaca: 18399 kali

5 Minuman pembersih racun dari dalam tubuh
Dibaca: 17281 kali

4 Fakta Soal Heboh Lagu 'Buka Dikit Jos' Versi Juwita Bahar
Dibaca: 15229 kali

Inilah Kegunaan madu yang jarang diketahui
Dibaca: 12735 kali

10 Makanan tinggi kolesterol yang harus dihindari
Dibaca: 10937 kali

7 Tips Sehat bagi Orang Suka Minum Kopi
Dibaca: 9378 kali

 


  PENGUNJUNG YANG ONLINE